Dulu aku pernh menjadi yang terindah di hatimu,aku bahagia saat itu
kamu selalu bersamaku... dulu kau menjadi malaikat tanpa sayapku. Kau begitu
menyayangiku. Dulu kamu juga pernah menyakitiku, tapi tidak berlangsung lama
kau sgera minta maaf padaku. Tak ada sesuatu hal yang membuatmu punya alasan
untuk menyakitiku. Aku juga pernah menyakitimu, sering, tapi kamu dengan
bangganya berkata “paasti dia tetap akan setia”. Dulu saat aku sedih kamu
selalu menghiburku, memberiku semangat. Sesibuk apapun kamu, kamu slalu ada
waktu bersamaku. Hingga kau menyadarkanku bahwa tujuan hidupku yaitu
membahagiakanmu setelah membahagiakan kedua orgtuaku. Kau segalanya bagiku
seperti kata-katamu dulu... setelah hubungan kita berlangsung cukup lama,aku
bertekad untuk membuatmu tidak tersakiti karna perbuatanku. Aku menyayangimu
tanpa melihat tampan,harta atau kebaikanmu. Aku salut pada diriku. Bisa
memilikimu. Aku salut hingga mataku buta karna cinta ini. Cinta yang membuatku
lupa bahwa masih ada hal yang bisa ku lakukan selain bersamamu. “Ya allah kau
berikan ku seseorg yg begitu aku sayangi. Namun aku tidak mau terlalu berharap
padanya.aku tau dia juga menyayangiku .ya allah jodoh itu ditanganmu.beri aku
kekuatan jika kelak dia akan bersama orglain J ”
Aku terus menjalani hubungan dengannya.. sudah sekitar 8
tahunan... katanya karna aku, dia bisa bersemangat menggapai cita-citanya.
Karna aku hidupnya sampai ketingkat ini. dia mengajakku menikah. Aku bahagia ya
allah..namun aku belum siap menjadi seorg istri. Aku masih ingin menggapai
cita-citaku untuk orgtuaku. Aku ingin masa mudahku dihabiskan untk orgtua
terlebih dahulu sebelum menikah dengannya.hingga saat malam jumat keluarganya
datang melamar. Kataku “aku belum siap”. Itu membuatnya sedih,aku tak tahu
bagaimana perasaaanya saat itu. Tapi sebenarnya aku kecewa padanya, aku kecewa
dia tidak menepati janjinya untuk menikahiku setelah aku sudah membahagiakan
orgtuaku. Aku putuskan untuk memutuskan hubungan ini, hubungan yang selama ini
menemaniku. MOVE ON ? bukan aku bukan ingin move on... buat apa move on?? Karna
sesuatu yang sudah disentuh hati tak mungkin dilupakan.
Aku beranikan diri meminta maaf pada nya dan keluarganya.
Aku ingat kata-katanya dengan begitu terkejut “apaa??? Putus..?? kamu gila, aku
minta maaf atas semua kesalahanku,aku janji aku tdk akan pernah memintamu untuk
menerima lamaranku lagi sebelum kamu membahagiakan orgtuamu.tolong..jangan
putus “ aku tersenyum lalu berkata “ya” kami memutuskan untuk menikah 3 tahun
kedepan. Hingga saat setahun tiba-tiba dia sudah tidak pernah member kabar 1-4
bulan... hatiku gelisah.. ada apa dengannya, aku igin tau kenapa dengannya. Aku
bingung nomor handphone nya sudah tidak
aktif lagi,aku bertanya pada kakaknya. Kakaknya juga tidak menjawab
pertanyaanku. Telponku diriject oleh kakak”nya. Aku bingung kenapa ini, setelah
sebulan berlalu, aku ingin segera tau kenapa dengannya. Aku takut apa yang
pernah aku pikirkan akan terjadi. Memang benar, aku baru tau ternyata dia telah
dijodohkan dengan seseorg yg lebih cantik dariku.wanita yang lebih berkelas
dariku.sadar atau tidaknya aku, setelah mengetahui hal itu aku pindah kota,
untuk mencari hidup yg baru, nomor handphone ku yang biasa ku pakai untk
mnghubinginya kini ku gant dgn yang baru,
aku juga memblockir facebookku. Aku terlalu bersikap kekanak-kanakkan. Ibuku
menyetujui apa yang mau aku
lakukan.bagaimana tidak sakit...?? ibuku sendiri yang berkata bahwa dia
sdh dijodohkan. tanpa sepengetahuanku mereka tunangan. Otakku buntuh saat itu.
Tidak ada lagi hal yg lebih indah selain pergi jauh dari mereka. Mungkin
keluarga nya tidak menyukaiku. Tidak
bisa aku berkata-kata.. pikirku cinta memang sakiiit.... aku bersamanya 9 tahun
dan memberinya cinta tulus apa adanya 9 tahun, kini dia akan menikahi org lain,
orang asing yang belum tentu menyayanginya.. bagaimana jika dia sakit? Siapa
yang tau obat yang cocok dengannya, bagaimana dengan jantung kronis yang di
deritanya. Hanya aku yang mengetahui itu. Ayah ibunya hanya tau anaknya itu
suksse besar. Menjadi seorang mayor mudah tanpa mereka tau siapa orang paling
hebat dibalik anaknya yang hebat itu. Aku marah, marah.... namun apa ada org
yang tau tentang kemarahanku, kekecewaanku? Tida ada.. hanya allah yang tau...
aku bekerja siang malam, menyusun buku-buku buatanku, menyusun karangan-karangan
romantisku... aku menjadi tenar di internet. Semua remaja membicarakan novel
dan cerpen-cerpen yang kubuat.saat itu aku mulai aktif lagi di facebook denagan
nama yang sama... aku mulai lupa akan
sosok dia. Dia.dia. dia yang menghancurkan perasaan ini. Namun dia juga yang
menginspirasiku. dia membuatku lebi kuat mnjalani hidaup dan hati-hati dalam
percintaan. 2 tahun berlalu. Aku sudah mempunyai rumah baru di kota baruku. Aku
bangga dengan diri yang hancur ini. Aku
baru sadar.sudah 2 tahun aku merantau... aku menelpon ibuku..menanyakan
kabarnya..’ alhamdulillah nak ibu
sehat-sehat’ aku tidak peduli lagi dengan cinta.yang di otakku “keluaargaku”
aku ingin menghabiskan waktuku disini,ibuku menyuruhku pulang kampung. Akupun
pulang... disana semua orang memandangku dengan bangga.. mereka bangga aku
terkenal di internet. Dengan julukan sang BIDADARI. Berkat cerpen dan
program-program cantik yang ku buat mereka senang dengan memberi julukan seperti
itu. Bidadari?? J aku tersenyum saat mendengar kata-kata itu lagi,,kata-kata yang pernah di sebut-sebut oleh seseorg
untukku tapi kini orang itu tlah hilang.. dia membunuh cintaku yang tulus ini..
5 hari aku di kampung, tiba-tiba ada undangan pernikahan dari dia..yaaahh dia
yang sudah menghancurkan cinta ku.. melihat undangan itu hatiku hancur, apalagi
melihat nama nya dengan title-tittle itu bersama pasangannya seakan tak tau
diri. Hmmmm.... kuat,kuat,kuat itu kata-kataku. Ibuku melihatku lalu
memelukku.. “silahkan menangis dipelukkan ibu nak..silahkan... menangislah..
masih banyak pria yang akan mencintaimu dengan tulus nak” aku tahaan air
mataku, aku tersenyum pada ibu dan berkata “ aku akan pergi ke pesta
pernikahannya, aku ingin menghadiri malam bahagianya..ibuu” . malam itu aku
pergi ke pestanya dengan memakai gaun hitam dan hijab hitam.. aku tidak akan
melakukan apapun, aku hanya akan melihatnya bersama wanita itu,,,aku akan diam,itu
niatku... sampai disana... semua orang memandangku semua melihatku. Pesta yang
ribut dan kacau karna berisiknya para ibu-ibu, semua diam... aku duduk dan
memberi senyum pada mereka semua.... mereka tetap melihatku.. teman-teman ku
semua datan dengan berpasang-pasangan.. aku hanya diam tidak berkta. Tiba-tiba
MC acara itu memanggilku membacakan cerpen terkenalku sebelum ijabkabul dilaksanakan,
aku bangkit dari tempat duduk, semua mata tertuju padakutapi tidak dengan DIA..
dia seakan merenung, tidak ada senyum dari bibir manisnya. Dia seakan tidak
menikmati pesta itu, aku bingung dgn raut wajahnya.. dulu apapun raut
wajahnyaaku bisa artikan, tapi sekarang tidak lagi..aku seakan tidak
mengenalnya lagi, dia lain dari yang dulu. “Mungknkah dia sudah tidak cinta
lagi.. hahaha J mana mungkin org yang akan menikah masih mencintai bekas pacarnya
yelaaahh......”bicaraku dalam hati... aku segera keatas panggung semua orang
memperhatikanku... aku mulai dengan “assalamualaikum..warahmatullah wa
barakatuh.. “ aku mulai membacakan cerpen yang di request oleh si mc. Dia
memintaku untuk menceritakan cerpen itu.. tiba-tiba aku lihat dia menatapku,
wanita yang duduk disampingnya langsung menggenggam tangnnya, aku cemburu.
Spontanku berteriak “cemburu”. Dia seakan kaget dalam lamunan. Lalu aku terus
bercerita.. semua mata bersinar tercampur eyerliners basah..pudar... semua
penonton menangis... aku kuat. Aku kuat “bisikku dalam hati”semua yang
mendengar cerpenku menangis mereka seakan merasakan bahwa hal itu jelas-jelas
pernah aku rasakan. Mereka bertepuk tangan. Di tengah tepuk tangan itu. Aku
melihat dia berdiri.. lalu segera berlari
kepadaku.. dia memelukku.. semua orang yang selesai mengusap mata mereka
kembali menangiis. Malam yang penuh teka-teki dia tiba-tiba memelukku.. dia
mencium alisku dan berkata “aku kembali” dia memelukku.. tanpa bersuara aku melepaskan pelukkan itu.aku melihat gadis
itu kembali kedalam rumah.. aku segera lari dari pesta itu, apa yang kuperbuat
aku menghancurkan hari kebahagiaannya..dia mengikutiku.. semua orang seakan
sedang menonton drama romantis antara aku.dia dan dirinya.. aku malu, aku tidak
mau mengganggu nya.. malam itu aku segera pulang.krang lebih Jam 10 malam aku mendengar desah-desus
orang-orang bahwa dia dan gadis itu tidak jadi menikah.aku segera menuju ke
pesta itu namun disana tiidak ada satupun orang,pesta yang tadinyameriah..kini
hanya terdengar suara seseorang yang sedang marah. Tanpa pikir panjang, aku
masuk ke rumahnya untk minta maaf pada keluarga nya.. saat di muka pintu
rumahnya aku mendengar dia marah lalu berkata “ ada apa dengan kalian? Kenapa
aku yang kalian siksa? Appa dengan menikahi wanita itu kalian piir aku akan
bahagia? Tidak. Kebahagiaanku hanya dengan tiara dia adlah hidupku. Dia yang
membuatku sukses. Dimana kalian saat aku capek?dimana kalian saat aku butuh
orang yang merawatku? Dimana kalian saat aku punya penyakit kronis, ??? dimana?
Hanya tiara yang ada bersamaku. Dia memotivasikan aku agar tetp semangat,
lantas ketika aku sudah menjadi seperti ini, kalian membutakanku?? Menikahkan
aku dengan seorg gadis asing seperti dia? 9 thun aku bersama tiara, tidak
pernah aku menyerah untuk segera menikahinya namun kalian memperdaya aku dengan
guuna-guna? Dimana hati kalian? Aku percaya takdir, dan takdir allah aku
bersama tiara, aku berani mati untuknya. Jika kalian sayang aku ridhoilah aku
menikah dengan tiara. “ lalu aku melihatnya di peluk oleh ayah ibunya aku
meneteskan airmata “Allah maha adil” aku berbalik.. aku segera pergi namun
kakaknya melihat keberadaanku “tiara” semua keluarga nya melihatku, lalu dia
pergi menjemputku dengan perasaan tak karuan aku menangis, dia lalu memelukku
dengan erat. Minggu depan diadakannya pesta pernikahan kita. Sungguh aku
bahagia J trimakasih ya Allah atas jalan cerita ini......
Ending *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar